Ikrar Pencerahan Hidup

2 September 2009 pukul 10:22 | Ditulis dalam Islam | 3 Komentar
Tag:

Ya Allah ya Hayyu ya Qoyyum

Shalatku, ibadatku, hidupku dan matiku, hanyalah untuk engkau ya rabbul ‘alamin

Ya allah ya Rahmanu ya rahim

Pada saat ini kuwaqafkan diriku kepada-Mu

Untuk memahami kehendakmu dengan sepenuh pikiranku

Untuk melaksanakan petunjukmu dengan sepenuh tenagaku

Untuk menyebarkan ajaranmu dengan sepenuhnya kemampuanku

Untuk membela Agamamu dengan sepenuh pikiranku, tenagaku, kemampuanku, hartaku dan jiwaku

Ya Allah ya Malikul Qudus

Pada hari ini kecerahkan hidupku dengan al Baqiyatush shalihat: Maha Suci Engkau ya Allah, Maha terpuji Engkau ya Allah, tiada Tuhan selain Engkau ya Allah, Tuhan yang Maha Agung

Ya Allah ya Qawiyyu ya Matin

Dengan hauqolah kumohon daya dan kekuatan kepadamu: Tiada daya dan kekuatan, kecuali dari izinmu ya Allah

Ya Allah ya Waliyyul Hamid

Dengan hasbalah, kecukupan Engkau sebagai Pemimpin, Penguasa dan Penolong terbaik bagiku.

Ya Allah, ya Ghaffar ya Qohhar

Dengan istighfar, kumohon ampun atas segala dosaku sebesar apapun yang telah kulakukan

Ilahi, rasanya aku tidak pantas sebagai calon penghuni surgamu, tetapi aku tidak tahan memasuki nerakamu.

Aku hanya bermohon, bukalah pintu tobat bagiku dan ampunilah dosaku yang sebanyak pasir digurun, dengan pengampunanmu yang lebih banyak dari itu.

Haruskah Hati Menciptakan Jarak

2 September 2009 pukul 09:57 | Ditulis dalam motivasi diriku | 2 Komentar
Tag:

Suatu hari sang guru bertanya kepada murid-muridnya, “

Mengapa ketika seseorang sedang dalam keadaan marah, ia akan berbicara dengan suara kuat atau berteriak?”

Seorang murid setelah berpikir cukup lama mengangkat tangan dan menjawab,

“Karena saat seperti itu ia telah kehilangan kesabaran, karena itu ia lalu berteriak.”

“Tapi…” sang guru balik bertanya,

“lawan bicaranya justru berada di sampingnya. Mengapa harus berteriak? Apakah ia tak dapat berbicara secara halus?”

Hampir semua murid memberikan sejumlah alasan yang dikira benar menurut pertimbangan mereka. Namun tak satu pun jawaban yang memuaskan. Sang guru lalu berkata,

“Ketika dua orang sedang berada dalam situasi kemarahan, jarak antara ke dua hati mereka menjadi amat jauh walau secara fisik mereka begitu dekat. Karena itu, untuk mencapai jarak yang demikian, mereka harus berteriak. Namun anehnya, semakin keras mereka berteriak, semakin pula mereka menjadi marah dan dengan sendirinya jarak hati yang ada di antara keduanya pun menjadi lebih jauh lagi. Karena itu mereka terpaksa berteriak lebih keras lagi.”

Sang guru masih melanjutkan, “Sebaliknya, apa yang terjadi ketika dua orang saling jatuh cinta? Mereka tak hanya tidak berteriak, namun ketika mereka berbicara suara yang keluar dari mulut mereka begitu halus dan kecil. Sehalus apa pun, keduanya bisa mendengarkannya dengan begitu jelas. Mengapa demikian?” Sang guru bertanya sambil memperhatikan para muridnya.

Mereka nampak berpikir amat dalam namun tak satupun berani memberikan jawaban. “Karena hati mereka begitu dekat, hati mereka tak berjarak. Pada akhirnya sepatah katapun tak perlu diucapkan. Sebuah pandangan mata saja amatlah cukup membuat mereka memahami apa yang ingin mereka sampaikan.”

Sang guru masih melanjutkan, “Ketika Anda sedang dilanda kemarahan, janganlah hatimu menciptakan jarak. Lebih lagi hendaknya kamu tidak mengucapkan kata yang mendatangkan jarak di antara kamu. Mungkin di saat seperti itu, tak mengucapkan kata-kata mungkin merupakan cara yang bijaksana. Karena waktu akan membantu Anda.”

Renungan Untuk Kita

2 September 2009 pukul 09:19 | Ditulis dalam Islam | Tinggalkan komentar
Tag: ,

Kubur setiap hari menyeru manusia sebanyak lima kali:

  1. Aku rumah yang terpencil, maka kamu akan senang dengan selalu  membaca Al-Quran.
  2. Aku rumah yang gelap, maka terangilah aku dengan selalu solat malam.
  3. Aku rumah penuh dengan tanah dan debu, bawalah amal soleh yang menjadi hamparan.
  4. Aku rumah ular berbisa, maka bawalah amalan Basmallah sebagai  penawar.
  5. Aku rumah pertanyaan Munkar dan Nakir, maka banyaklah bacaan “Laa ilahaillallah, Muhammadar Rasulullah”, supaya kamu dapat jawaban kepadanya.

Lima Jenis Racun dan Lima Penawarnya :

  1. Dunia itu racun,  zuhud itu obatnya.
  2. Harta itu racun,  zakat itu obatnya.
  3. Perkataan yang sia-sia itu racun,  zikir itu obatnya.
  4. Seluruh umur itu racun,  taat itu obatnya.
  5. Seluruh tahun itu racun,  Ramadhan itu obatnya.

Nabi Muhammad S.A.W bersabda:

” Ada 4 di pandang sebagai ibu “, yaitu :

  1. Ibu dari segala OBAT adalah SEDIKIT MAKAN.
  2. Ibu dari segala ADAB adalah SEDIKIT BERBICARA.
  3. Ibu dari segala IBADAT adalah TAKUT BUAT DOSA.
  4. Ibu dari segala CITA CITA adalah SABAR

Beberapa kata renungan dari Qur’an :
Orang yang tidak melakukan sholat :

  • Subuh      : Dijauhkan cahaya muka yang bersinar
  • Dzuhur    : Tidak diberikan berkah dalam rezekinya
  • Ashar       : Dijauhkan dari kesehatan/kekuatan
  • Maghrib  : Tidak diberi santunan oleh anak-anaknya.
  • Isha’          : Dijauhkan kedamaian dalam tidurnya

RENCANA ALLAH PASTI INDAH

2 September 2009 pukul 08:48 | Ditulis dalam motivasi diriku | Tinggalkan komentar
Tag:

Ketika aku masih kecil, waktu itu ibuku sedang menyulam sehelai kain. Aku yang sedang bermain di lantai, melihat ke atas dan bertanya, apa yang ia lakukan. Ia menerangkan bahwa ia sedang menyulam sesuatu di atas sehela kain. Tetapi aku memberitahu kepadanya, bahwa yang kulihat dari bawah adalah benang ruwet. Ibu dengan tersenyum memandangiku dan berkata dengan lembut. “Anakku,lanjutkanlah permainanmu, sementara ibu menyelesaikan sulaman ini; nanti setelah selesai, kamu akan kupanggil dan kududukkan di atas pangkuan ibu dan kamu dapat melihat sulaman ini dari atas.
“Aku heran, mengapa ibu menggunakan benang hitam dan putih, begitu Semrawut menurut pandanganku. Beberapa saat kemudian, aku mendengar suara ibu memanggil, “Anakku, mari kesini, dan duduklah di pangkuan ibu. ”
Waktu aku lakukan itu, aku heran dan kagum melihat bunga-bunga yang indah,dengan latar belakang pemandangan matahari yang sedang terbit, sungguh indah sekali. Aku hampir tidak percaya melihatnya, karena dari bawah yang aku lihat hanyalah benang-benang yang ruwet. Kemudian ibu berkata,”Anakku,
dari bawah memang nampak ruwet dan kacau,tetapi engkau tidak menyadari bahwa di atas kain ini sudah ada gambar yang direncanakan, sebuah pola, ibu hanya mengikutinya. Sekarang, dengan melihatnya dari atas kamu dapat melihat keindahan dari apa yang ibu lakukan.
Sering selama bertahun-tahun, aku melihat ke atas dan bertanya kepada Allah, “Allah, apa yang Engkau lakukan?” Ia menjawab : ” Aku sedang menyulam kehidupanmu.” Dan aku membantah,” Tetapi nampaknya hidup ini ruwet, benang-benangnya banyak yang hitam, mengapa tidak semuanya memakai warna yang cerah? “Kemudian Allah menjawab,

” Hambaku, kamu teruskan pekerjaanmu, dan Aku juga menyelesaikan pekerjaanKu dibumi ini. Satu saat nanti Aku akan memanggilmu ke sorga dan mendudukkan kamu di pangkuanKu, dan kamu akan melihat rencanaKu yang indah dari sisiKu.  “Subhanallah…
Beruntunglah orang2 yang mampu menjaring ayat indah Allah dari keruwetan hidup di dunia ini.Semoga Allah berkenan menumbuhkan kesabaran dan mewariskan kearifan dalam hati hamba-Nya agar dapat memaknai kejadian2 dalam perjalanan hidupnya, seruwet apapun itu. Amin.

Subhanallah, tulisan ini benar-benar membuka pikiran kita bahwa Allah adalah Dzat Yang Maha Pengatur segala sesuatu di alam ini. Tulisan ini mengingatkansaya bahwa kendati pun manusia punya keinginan, tetapi Allah mempunyai keputusan yang tak mungkin dapat kita ubah. mari kita senantiasa bertawakkal kepada Nya.

Potret kehidupan para ulama dalam memanfaatkan waktu.

31 Agustus 2009 pukul 08:53 | Ditulis dalam Islam | Tinggalkan komentar
Tag: ,

Nikmat waktu adalah nikmat yang sangat besar, akan tetapi banyak orang yang menyia-nyiakannya dengan menghabiskan untuk keperluan yang kurang penting atau bahkan sia-sia. Berikut sekelumit potret kehidupan para ulama dalam memaksimalkan waktu untuk amal-amal ketaatan.

Ibnu Mas’ud
Beliau salah seorang sahabat yang mulia, beliau pernah berkata, “Aku belum pernah menyesali sesuatu seperti halnya aku menyesali tenggelamnya matahari, dimana usiaku berkurang, namun amal perbuatanku tidak juga bertambah”

Amir bin Abdi Qais
Beliau seorang tabi’in yang zuhud. Ada seorang pria berkata kepadanya, “Berbincang-bincanglah denganku”. Amir bin Abdi Qais menjawab, “Tahanlah matahari” Artinya, “Cobalah hentikan perputaran matahari, jangan biarkan ia berputar, baru aku akan berbincang-bincang denganmu. Karena sesungguhnya waktu ini senantiasa merayap dan bergerak maju, dan setelah berlalu ia tak akan kembali lagi. Maka kerugian akibat tak memanfaatkan waktu adalah jenis kerugian yang tidak dapat diganti atau dicarikan kompensasinya. Karena setiap waktu membutuhkan amal perbuatan sebagai isinya”

Hammad bin Salamah (91 H – 167 H)
Musa bin Isma’il At-Tabudzaki pernah menuturkan, “Kalau aku mengatakan kepada kalian bahwa Hammad bin Salamah tak pernah tertawa, niscaya aku tidak berdusta. Beliau itu memang orang  yang sangat sibuk. Kegiatannya hanya meriwayatkan hadits, membaca, bertasbih atau shalat. Beliau membagi-bagi waktu siangnya hanya untuk itu saja”

Muridnya sendiri, Abdurrahman bin Mahdi, pernah menuturkan, “Kalau ada orang yang berkata kepada Hammad bin Salamah, “Engkau akan meninggal besok”, niscaya Beliau tidak akan mampu lagi untuk menambah sedikitpun dalam amalnya”

Yunus bin Al-Mu’addab menegaskan, “Hammad bin Salamah meninggal dunia saat beliau shalat. Semoga Allah melimpahkan rahmat kepadanya

Muhammad bin Suhnun (202 H-256 H)
Al-Maliki menuturkan, “Muhammad bin Suhnun memiliki seorang sariyyah, budak wanita milik sendiri- yang bernama Ummu Mudam. Suatu hari ia bertandang ke rumahnya. Saat itu beliau sibuk menulis buku di malam hari. Datanglah saat santap malam. Budak itu meminta ijin masuk kamarnya, “Saya sedang sibuk’, ujar Muhammad.

Karena terlalu lama menunggu, maka sang budak menyuapkan makanan itu ke mulut Beliau sampai Beliau mengunyahnya. Hal itu berlangsung lama, dan Beliau tetap dalam kondisi demikan, hingga datang waktu shalat subuh.

“Maaf, aku sangat sibuk sehingga melupakanmu tadi malam wahai Ummu Mudam.Tolong berikan makanan yang engkau tawarkan tadi malam!” Tuanku, demi Allah, aku sudah menyuapkannya ke mulutmu”, ujar budak itu heran. “Lho, kok aku tidak merasakannya?”, tanya Muhammad lebih heran lagi

Ibnul Khayyath An-Nahwi (Wafat tahun 320)
Konon beliau belajar di sepanjang waktu, hingga saat beliau sedang berada di jalanan. Sehingga terkadang beliau terjatuh ke selokan atau tertabrak binatang.

Al-Hakim (Wafat 334 H)
Abu Abdillah bin Al-Hakim Asy-Syahid, putra beliau menuturkan tentang Bapaknya, “Beliau adalah orang yang gemar berpuasa Senin dan Kamis, dan tidak pernah meninggalkan shalat malam saat bepergian dan saat tidak bepergian. Bila duduk, maka pena, buku dan tinta selalu berada ditangannya. Beliau adalah menteri pembantu Sulthan. Ia bisa memberikan izin bertemu Sulthan bila orang itu belum mendapatkan izin. Kemudian beliau sibuk menyusun tulisan ilmiah. Bila sudah demikian, maka orang yang masuk menemuinya pasti hanya berdiri saja. Hal itu dikeluhkan oleh Abul Abbas bin Hammuyah, ‘Kami biasa masuk menemui Beliau, tapi Beliau tidak menyapa kami sedikitpun. Beliau hanya mengambil pena dengan tangannya sendiri, dan membiarkan kami berdiri di pojok rumahnya’.”

Al-Hakim Abu Abdillah Al-Hafizh, penulis Al-Mustadrak, menceritakan, “Aku pernah hadir pada pengajian malam saat Al-Hakim Abul Fadhal mendiktekan hadits. Tiba-tiba masuk Abu Ali bin Abu Bakar bin Al-Muzhaffa, seorang amir. Ia berdiri di dekat Beliau, namu Beliau tak sedikitkpun bergeming dari tempatnya. Kemudian beliau memaksanya keluar dari pintu depan., ‘Hai Amir, pergi saja, hari ini bukan giliran Anda!’”

Begitulah sebagian potret kehidupan ulama dalam memanfaatkan waktu, bagaimana dengan kita?

Sumber: Sungguh Mengagumkan Manajemen Waktu Para Ulama, Syaikh Abdul Fattah. Penerbit: Zam-Zam

(sumber)

Berfikirlah sebelum berbuat maksiat

31 Agustus 2009 pukul 08:50 | Ditulis dalam Islam | Tinggalkan komentar
Tag: ,

Seorang laki-laki datang kepada Ibrahim bin Adham rahimahullah, Dia berkata: “Ya Abu Ishaq, aku sering berbuat maksiat. Katakan sesuatu kepadaku sebagai nasihat yang bisa membantuku.”

Ibrahim berkata: “Jika kamu menerima 5 perkara dan kamu mampu melakukannya, niscaya kemaksiatan tidak akan merugikanmu.”

Dia menjawab, “Katakan wahai Abu Ishaq”

Ibrahim berkata, “Pertama, jika kamu hendak bermaksiat kepada Allah ta’ala maka jangan kamu makan rizki-Nya”

Laki-laki itu berkata, “Dari mana aku makan sementara semua yang ada di bumi adalah rizki-Nya?”

Ibrahim berkata, “Wahai Bapak, apakah pantas engkau memakan rizki-Nya, sementara itu engkau bermaksiat kepada-Nya?”

Laki-laki itu menjawab, “Tidak pantas. Katakan yang kedua”

Ibrahim menjawab, “Jika kamu hendak bermaksiat kepada-Nya, maka jangan tinggal di bumi-Nya”

Laki-laki itu menjawab, “Yang ini lebih berat. Dimana saya akan tinggal?”

Ibrahim berkata, “Wahai Bapak, pantaskah engkau bermaksiat kepada-Nya, sementara engkau makan rizki-Nya dan tinggal di bumi-Nya?”

Laki-laki itu menjawab, “Tidak pantas. Katakan yang ketiga”

Ibrahim  berkata, “Jika kamu hendak bermaksiat kepada-Nya, kamu makan rizki-Nya dan tinggal di bumi-Nya, maka carilah tempat dimana Dia tidak melihatmu. Disitulah kamu bisa melakukannya.”

Laki-laki itu menjawab, “Wahai Ibrahim, apa ini? Mana mungkin, sementara Dia mengetahui perkara-perkara yang tersembunyi”

Ibrahim berkata, “Wahai Bapak, apakah pantas kamu makan rizki-Nya, tinggal di bumi-Nya, lalu kamu bermaksiat kepada-Nya, padahal Dia melihatmu, mengetahui  apa yang kamu tampakkan dan kamu rahasiakan?”

Laki-laki itu menjawab, “Tidak. Katakan yang keempat”

Ibrahim menjawab, “Jika Malaikat maut datang kepadamu untuk mencabut nyawamu, maka bilang kepadanya, “Nanti dulu, aku mau bertaubat dengan benar-benar dan beramal kerana Allah”

Laki-laki itu berkata, “Dia tidak mungkin akan menerima”

Ibrahim berkata, “Wahai Bapak, jika engkau tidak mampu menolak malaikat maut supaya engkau bisa bertaubat dan engkau mengetahui bahwa jika dia mendatangimu dia tidak memberimu kesempatan, lantas bagaimana engkau berharap selamat?”

Laki-laki itu berkata, “Katakan yang kelima?”

Ibrahim berkata, “Jika malaikat Zabaniyah mendatangimu pada hari Kiamat untuk menyeretmu ke Neraka, maka jangan engkau menurutinya”

Laki-laki itu berkata, “Mereka tidak akan membiarkanku dan tidak akan menerimaku”

Ibrahim bertanya, “Bagaimana engkau bisa berharap selamat?”

Laki-laki itu berkata, “Ya Ibrahim, cukup..cukup.., aku meminta ampun dan bertaubat kepada Allah.”

Laki-laki itu benar-benar memenuhi janji taubatnya. Dia rajin beribadah dan menjauhi maksiat sampai dia meninggal dunia.

Dimbil dari “Mausu’ah Qishashis Salaf”, edisi bahasa Indonesia “Ensklopedi Kisah Generasi Salaf” karya Ahmad Salim Baduwailan, penerbit Elba

(sumber)

Cara Mengatasi Kesedihan (La Tahzan)

31 Agustus 2009 pukul 06:11 | Ditulis dalam motivasi diriku | 1 Komentar
Tag: , ,

Dalam hidup manusia, pasti pernah merasakan perasaan senang, bahagia,  sedih, gelisah, dsb. Itu adalah hal yang wajar, karena manusia diciptakan mempunyai hati nurani untuk merasakan. Tentunya perasaan yang paling membuat kita sangat tidak enak adalah perasaan sedih. Tetapi sesengguhnya perasaan sedih itu tiada dapat menyelesaikan masalah yang sedang kita hadapi.

ingatlah, “la takhof wala tahzan innallaha ma’ana” (Jangan kamu takut dan bersedih sesungguhnya Allah SWT. bersama kita).

Supaya tidak sedih, kita harus memiliki prinsip-prinsip yang kita jadikan pegangan untuk tidak bersedih, beberapa prinsip tersebut diantaranya :

  • Percaya sepenuhnya kepada Allah.
  • Kesadaran bahwa semua yang telah Allah takdirkan akan terjadi.
  • Sabar adalah senjata paling ampuh yang dipergunakan oleh orang yang mendapat ujian.
  • Jika tidak sabar, lalu apa yang bisa dilakukan. Dan tidak akan terbantu hanya dengan perasaan resah.
  • Mungkin saja akan berada dalam kondisi yang lebih jelek daripada kondisi saat ini.
  • Dari waktu ke waktu jalan keluarakan selalu terbuka.

Bersabarlah, karena semua musibah yang kita dapatkan sesungguhnya ialah cobaan dari Allah SWT. untuk menguji keimanan kita, jika kita masih diberikan ujian oleh Allah berarti Allah masih sayang kepada kita, Amin.

Semua musibah yang menimpa diri kita adalah penghapus dosa-dosa kita. Jika kita sabar menghadapinya.

Semoga Allah senantiasa memberikan kita Jalan Terbaik. Amin…,

Cara Cepat Hafal Al-Quran

31 Agustus 2009 pukul 06:09 | Ditulis dalam Islam | Tinggalkan komentar
Tag: ,
  1. Ikhlas
  2. Tekad yang kuat dan bulat
  3. Pahamilah besarnya nilai amalan anda
  4. Amalkan apa yang anda hafalkan
  5. Membentengi diri dari jerat-jerat dosa
  6. Berdoalah!
  7. Pahamilah makna ayat dengan benar
  8. Menguasai ilmu tajwid
  9. Sering mengulang-ulang bacaan
  10. Melakukan shalat secara khusyuk dengan ayat-ayat
    (surah) yang dihafal

Aura

30 Agustus 2009 pukul 18:57 | Ditulis dalam aura | Tinggalkan komentar
Tag:

Mungkin anda sudah tidak asing dengan istilah Aura.
Apasih aura itu ?

Secara kasat mata tidak semua orang bisa melihatny, hanya orang2 tertentu yang memiliki kelebihan yang bisa melihat warna-warninya aura, namun agar bisa melihat aura dengan mata telanjangpun sekarang ini sudah bukan hal yang mustahil untuk anda pelajari, banyak tehnik dan merodenya, bahkan dengan memakai alat bantu seperti kamera khusus maka anda bisa melihat warna aura anda seperti apa.

Jadi kalaupun anda tidak bisa melihatnya, tetapi anda bisa meraskannya, seperti contoh , ada orang yang cantik, ganteng penampilannya tapi kok tidak suka saja kita melihat dia. Bagaimana ini terjadi? Itulah yang disebut aura. Demikian pula kalau kita dekat dengan seseorang, ngomong-ngomong dengan orang itu, tapi tidak tahan lama. Ini namanya aura juga. Disadari atau tidak, telah terjadi transfer aura (baca: manifestasi dari warna tubuh).Selain tiga pelapisan dalam tubuh manusia, ternyata ada jendela-jendela maya, yang dalam bahasa metafisik disebut cakra. Cakra inilah yang mengeluarkan warna-warna yang tadi kita sebut aura. Manifestasinya muncul dalam banyak warna, ada kuning, hijau, biru, violet, merah, dan lain sebagainya. Seperti pelangi. Perpaduan warna pun banyak ditemukan.Beragam warna ini ada yang baik dan tak baiknya-maknanya relatif, tergantung teori yang digunakan-dari China, India ataupun Barat. Sama seperti manusia, pastinya ada yang perilakunya negatif, positif atau kombinasi di antara keduanya. Kabar baiknya, beraneka warna yang timbul ini bisa diarahkan, dipelajari dengan konsep pelatihan (=terapi quantum). Bahkan kita bisa mengondisikan setiap saat, bagaimana warna aura yang kita inginkan. Ini dia inti konsep healing with (human) aura atau yang kini ngetop dengan sebutan aura healing dan anda bisa memanfaatkan energi untuk meresonansi ke pasien anda sehingga pasien anda bisa lebih baik. Sentuhan quantum salah satu tehnik yang memanfaatkan energi cakra untuk menyembuhkan orang lain (http://www.quantumhealing.co.cc).

Teknik ini  (sumber)

Faktor Penyebab Aura Melemah

30 Agustus 2009 pukul 18:56 | Ditulis dalam aura | Tinggalkan komentar
Tag: ,

Aura itu ibarat pasang surut air laut, dan selalu berubah tergantung dari perubahan diri seseoarang.
Beberapa faktor yang harus anda hindari agar aura anda tidak melemah, yaitu :

1. Pemakanan yang tidak baik
2. Kurang Olah raga
3. Kurang mendapat udara bersih, merokok.
4. Kurang rehat.
5. Tekanan atau stress
6. Narkoba / alkohol
7. Tabiat yang kurang baik

–sumber–

Laman Berikutnya »

Blog di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.